Rabu, 14 Oktober 2020

BELAJAR DARI KISAH NABI MUSA DAN NABI KHIDIR By Ki Slamet 42

 

                         

Belajar itu merubah atau memperbaiki tingkah laku

Dari tak pandai jadi pandai,  dari tak tahu jadi tahu

Lewatlah latihan-latihan kontak dengan lingkungan

 

Agar semuanya itu berhasil dengan baik dibutuhkan

sikap serta kemauan keras, kegigihan, dan pelatihan

yang terus menerus dan tingginya tingkat kesabaran

 

Hal tersebut  sebagaimanalah  yang  telah dilakukan

Nabi Musa saat berguru kepada Khidir diriwayatkan

'Ubaidillah bin 'Utbah bin Mas'ud, dari Ibnu 'Abbas.

 

Pada saat Ibnu  ‘Abbas berdiskusi  dengan Alhir bin

 Qais bin Hisn al-Farazi tentang Nabi Musa dan Khidir

Melintaslah  di hadapan mereka itu  ‘Ubai bin Ka’ab.

Ibnu ‘Abbas segeralah memanggilnya seraya berkata:

 

“Aku dan saudaraku ini sedang mendiskusikan sahabat

Nabi Musa ‘alayhis-salam, Khidir”. Nabi Musa sampai

memintalah petunjuk dengannya. Apakah kamu pernah

mendengar Rasulullah  menjelaskan  tentang hal itu?”

 

“Ya,” kata ‘Ubay bin Ka’ab. “Aku pernah mendengar

Rasullullah  Shallallâhu  ‘alahi wa Sallam  pernahlah

jelaskan tentang hal itu.” Lebih lanjut ‘Ubay bin Ka’ab

 menuturkanlah bahwasannya Beliau pernah bersabda:

 

Ketika Nabi Musa berada di tengah-tengah Bani Israel,

Maka datanglah seseorang lalu bertanyalah kepadanya,

“Apa  anda tahu  orang yang berilmu daripada Anda?”

“Tidak,” jawab Nabi Musa. Maka, Allah mewahyukan

kepada  Nabi Musa, “Ada wahai Musa. Ia itu Khidir.”

 

Musa lalu memohon kepada Allah agar dapat petunjuk

temui Khidir. Lalu, Allah jadikan ikan sebagai tandanya

Dikatakan  kepadanya, “Jika kamu kehilangan ikan ini,

Maka kembali segera  dan  kamu akan menjumpainya.”

 

Nabi Musa pun mengikuti jejak ikan itu di lautan segara

Murid Nabi Musa  berkata kepadanya,  “Tahukah Anda

tatkala  kita mencari tempatlah berlindung  di  batu tadi,

sesungguhnyalah aku lupa menceritakan tentang ikan itu.

 

Tak ada yang lupa tuk menceritakannya, kecuali setan.”

“Inilah tempat yang selama inikita cari” kata Nabi Musa

Lalu  keduanya itu pun  mengikuti  jejak mereka semula

(Q.s. al-Kahfi[18]: 63-64). lalu mereka meneemui Khidir.

 

Saat Nabi Musa sampaikan keinginannya untuk berguru

kepada Khidir, persyaratan yang harus dipenuhinya ‘tuk

berguru kepada  Khidir adalah  mampu miliki sifat sabar

Kisah mereka seperti Allah ceritakanlah dalam Al-Qur’an*)

 

Dari kisah Nabi Musa berguru kepada Khidir di atas ada

pelajaran yang bisa kita petik. Pelajaran itu ialah berupa

empat prinsip belajar, yaitu:

1. Prinsip kemauan yang kuat,

2. Prinsip kegigihan dalam belajar,

3. Prinsip pengasahan diri yang terus menerus,  

4. Prinsip kesabaran yang tinggi.

 

 Keempat prinsip tersebutlah yang dimiliki Nabi Musa

saat berguru kepada Khidir.

*) Diriwayatkan 0leh Bhukhâri dan Muslim.

 

KSP42.Kam.151020.02:18WIB

 

R e f e r e n s i :

*Sarlito Wirawan Sarwono. 1976.

"Pengantar Umum Psikologi". Jakarta: Bulan Bintang.

*Dwi Budiyanto. 2009. “Prophetic Learning”.

Yogyakarta: pro-U Media.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"P U A S A" By Syaikh Abu Malik Kamal bin As Sayyid

http://kertasinga.blogspot.com-Senin, 05 April 2021-13:02 WIB Definisi Shiyam) 1 Shiyam dan shaum secara bahasa adalah menahan diri dari...

"KONTEN ENTRY BLOG"