Sabtu, 27 Juni 2020

"SURGA DAN NERAKA" By Ust. Abdurrahim

Blog Ki Slamet 42: Guru SMPIT Annur Cimande Menulis
Minggu, 28 Juni 2020 - 06.09 WIB
 
Image "Surga & Neraka 3 (Foto: Google)

 “SURGA DAN NERAKA”
By Ust. Abdurrahim

A.     Neraka dan Tingkatannya
Neraka adalah api yang bahan bakarnya manusia, jin yang ingkar serta batu-batuan. Penjaganya adalah malaikat yang sangat kejam.
Di dalam Al-Quran, neraka disebut dengan istilah jahanam, lazha, khuthamah, sa’ir, saqar, jahim, dan hawiyah. Semua neraka tersebut bertingkat-tingkat. Ada pun urutan tingkatannya sebagai berikut:
1.       Jahanam, panasnya 70 kali lipat dari api dunia
2.       Sa’ir, panasnya70 kali lipat dari api Jahanam
3.       Huthamah, panasnya 70 kali lipat dari api Sa’ir
4.       Lazha, panasnya 70 kali lipat dari api Huthamah
5.       Saqar, panasnya 70 kali lipat dari api Lazha
6.       Jahim, panasnya 70 kali lipat dari api Saqar
7.       Hawiyah, panasnya 70 kali lipat dari api Jahim
Neraka hawiyah adalah neraka yang paling bawah lebih panas dari neraka jahanam 490 kali lipat. Jadi, dapat dibayangkan betapa panasnya api neraka. Padahal, api neraka yang paling atas saja panasnya 70 kali lipat dari api di bumi.

B.      Orang Kafir Digiring ke Neraka
Neraka adalah seburuk-buruknya tempat kembali bagi siapa pun. Tidak ada atu  pun manusia yang mau tinggal di dalamnya, apalagi untuk selamanya. Sebab, di dalamnya tidak ada apa pun kecuali siksaan. Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:
“Allah berfirman: “Mauklah kamu sekalian ke dalam neraka bersma umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk((ke dalam neraka), dan mengutuk kawannya (yang menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanyanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian antara mereka kepada orng-orang yang masuk terdahulu; “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka.” Allah berfirman: ”Masing-masing mendapat siksaan, yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-‘Araf: 38)
Neraka diciptakan oleh Allah khusus bagi makhluk-Nya yang telah durhaka kepada-Nya. Termasuk di dalamnya iblis bersama anak turunannya, jin, manusia. Siksa neraka tidak ada hentinya, sementara mereka yang di dalamnya tidak dimatikan lagi juga tidak dihidupkan. Maksudnya, mereka tidak akan dimatikan karena setelah hari kebangkitan tersebut tidak ada lagi kematian. Selain itu, tidak juga diberi kesempatan untuk hidup kembali di dunia agar bisa bertaubat kembali. Allah berfirman:
“(Yaitu)orang-orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula.” (QS. Al-A’la: 12-13))

C.      Siksaan Bagi Ahli Neraka
Berulang-ulang tubuh penghuni neraka akan hancur dan utuh kembali. Akibatnya, mereka akan meraung-raung selamanya karena sakit yang tiada terkira. Tidak ada teman bagi mereka, kecuali api yang membakar dan menyala-nyala. Tidak juga ada makanan dan minuman, kecuali air dari lelehan besi yang mendidih dan pohon Zaqqum yang keluar dari dasar api neraka. Semuannya panas dan menyala-nyala sehingga kalau dimasukkan ke dalam perut mereka, pasti akan meleleh karena panas.
Pohon Zaqqum tersebut, diibaratkan oleh rasulullah SAW, apabila setetes setetes saja darinya mengenai lautan di bumi, maka seluruh penghuni bumi akan kehilangan sumber kehidupan manusia dan makhluk-makhluk di sekitarnya.
“Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-A’raf: 41)
Sekalipun mulut penghuni neraka meneriakkan penyesalan-penyesalan, sama sekali tidak memiliki pengaruh apa pun terhadap azab yang mereka teria. Akibatnya, mereka saling mengolok dan menyalahkan satu sama lain. Mereka mengutuk orang yang dianggap telah menjerumuskan mereka ketika masih hidup di dunia. Namun, orang yang mereka tuduh juga membalikkannya. Begitu seterusnya yang terjadi di neraka. Allah berfirman:“Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, (yaitu) pertengkaran penghuni neraka.” (qs. Shad:64)

D.     Kenikmatan Surga
Surga adalah sebaik-baik tempat kembali. Sebab, di dalamnya terdapat banyak kenikmatan yang tidak ada bandingannya di dunia ini. Allah SWT telah menjanjikan surga untuk orang yang beriman kepada-Nya. Tentunya orang yang beriman dengan tulus ikhlas dan penuh ketakwaan. Karenanya, hanyalah orang-orang yang banyak beramal salehlah yang akan mendapatkan kenikmatannya.
Surga digambarkan oleh Allah SWT sebagai tempat yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, di sekitarnya terdapat pepohonan yang tidak berakar (melayang). Ketika penghuninya menginginkan buah darinya, dengan sendirinya pohon tersebut akan mendekatkan diri sehingga dengan mudah penghuni surga mengambil buah dalam posisi yang bagaimana pun.
Allah SWT telah menyediakan segala keperluan penghuni surga. Semua yang yang diinginkan, akan didapatkannya dengan mudah. Bahkan sesuatu yang baru diangan-angan akan seketika menjadi kenyataan. Makanan dan minuman yang diharamkan di dunia pun menjadi halal. Di dalamnya manusia meminum arak surga yang nikmatnya melebihi arak dunia yang diharamkan.

E.       Tingkatan Surga dan Pintunya
Surga memiliki memiliki tingkatan kenikmatan. Tingkatan kenikmatan tersebut sesuai dengan amal sholeh semasa di dunia. Ada pun tingkatan tersebut adalah:
1.       Daarul Jalaal, terbuat dari mutiara putih
2.       Darus Salam, terbuat dari yaqut merah
3.       Jannatul Ma’wa, terbuat dari zabarjud hijau
4.       Jannatul Khuldi, terbuat dari marjan merah dan kuning
5.       Jannatun Na’im, terbuat dari perak putih
6.       Jannatul Firdaus, terbuat dari emas merah
7.       Jannatul ‘Adn, terbuat intan putih
8.       Daarul Qaraar, terbuat dari emas merah
Daarul Qaraar adalah surga yang paling indah. Surga tersebut mempunyai dua pintu dan dua daun pint. Satu daun pintu terbuat dari emas dan satunya dari perak. Selain kedelapan tingkatan surga tersebut, surga juga mempunyai delapan pintu yang berbeda. Ibnu Abbas berkata: “Surga mempunyai delapan pintu. Pertama; untuk pra nabi rasul, syuhada, dan dermawan. Kedua; untuk orang yang menjalankan shalat dengan rukun dan syarat sempurna. Ketiga; untuk orang yang membayar zakat. Keempat; untuk orang yang menyeru kebaikan dan mencegah kemungkaran. Kelima; untuk orang yang tidak mengumbar nafsu syahwatnya. Keenam; untuk orang yang berhaji dan umroh. Ketujuh; untuk orang yang berjihad di jalan Allah. Kedelapan; untuk orang yang takut kepada Allah dan berbuat kebajikan.”

F.       Bidadari Surga
Surga adalah puncaknya kenikmatan. Bahkan, tidak ada satu pun yang diharamkan oleh Allah di dalamnya. Di dalamsurga juga ada makhluk yang diberi keindahan dan kecantikan yang luar biasa oleh Allah yang menyerahkan diri mereka sepenuhnya kepada penghuninya. Mereka adalah bidadari surga. Masing-masing penghuni memiliki beberapa dari mereka. Tanpa perlu ada pernikahan, mereka halal bermesraan dengan wanita-wanita cantik tersebut. Keadaan itu adalah kekal bagi manusia yang tinggal di dalamnya. Allah SWT berfirman:
“Banyak wajah pada hari itu berseri-seri, merasa senang karena usahanya, dalam surga yang tinggi, tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada takhta-takhta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar.” (QS. Al-Ghasiah: s-16)
Mengenai bidari surga Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan Ibnu Abbas RA: “Sesungguhnya di dalam surga itu terdapat bidadari-bidadari. Ada yang bernama ‘Aina’ yang diciptakan dari empat unsur, yaitu: dari misik, (kasturi), kafur, anbar, dan za’faran, lalu diadoni tanahnya dengar air kehidupan. Seluruh bidadari itu sangat merindukan suami-suami mereka. Andai kata bidadari itu meludah ke lautan maka tawarlah air lautnya karena karena ludahnya. Dan tertulis pada mangkuk (leher sebelah bawah)-nya, ‘Barang siapa yang dirinya ingin seperti diriku, maka beramallah dengan penuh ketaatan kepada Tuhannya.”
Demikianlah, imbalan atas kesabaran mereka menghindari kemaksiatan selam hidupnya. Karenanya, betapa meruginya manusia yang selama hidupnya memburu kenikmatan di dunia yang hanya sesaat. Sementara, dia malah kehilangan kenikmatan akhirat yang sangat luar biasa dan kekal di dalamnya. Sebaliknya, di akhirat mereka akan mendapatkan teguran berupa api neraka yang panasnya sangat dahsyat dan terus menerus menjilati tubuhnya.

G.     Sungai-Sungai di Surga
Di dalam surga terdapat sungai-sungai yang jernih airnya. Ada pula sungai susu, sungai arak, sungai madu, sungai rahmat, sungai kafur, sungai kautsar, sungai salsabil, sungai tasnim, sungai makhtum, dan sebagainya. Semuanya sangat mudah dan menyenangkan para penghuninya. Allah SWT berfirman:
“(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?” (QS. Muhammad: 15)

H.    Pepohonan di Surga
Pepohonan di surga jauh berbeda dengan pepohonan di dunia. Jika pepohonan di dunia akarnya di bumi dan cabang-cabangnya di udara, pepohonan di surga akarnya di udara dan cabang-cabangnya di bumi. Sebagaimana firman Allah SWT:
“Buah-buahannya dekat, (kepada mereka dikatakan): “Makan dan minumlah dengan sedap disebabkan amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu.” (QS. Al-Haqqah: 23-24)
Pepohonan di surga juga tidak pernah akan kering. Sebagaimana yang diriwayatkan Ka’ab RA. Dia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW tentang pepohonan di surga maka beliau menjawab: “Tidak pernah kering dahan-dahannya dan daun-daunnya tidak pernah berguguran serta buahnya tidak rusak. Sesungguhnya pohon yang besar di surga adalah adalah pohon Thuba yang akarnya terbuat dari intan, batangnya dari yaqut, dahannya dari zabarjud, dan daun-daunnya dari sutra yang halus. Pohon tersebut memiliki 70.000 cabang, setiap cabangnya itu menyentuh arsy dan serendah-rendahnya cabang itu di langit duni.”

I.         Binatang yang di Surga
Imam Muqatil berkata: “Hewan pun ada yang masuk surga. Jumlahnya ada sepuluh (10), yaitu 1) untanya Nabi Shaleh, 2) anak sapinya Nabi Ibrahim , 3) Kambing gibasnya Nabi Ismail, 4) sapinya Nabi Musa, 5) ikan yang memakan Nabi Yunus, 6) Khimarnya Nabi Uzair, 7) Semutnya Nabi Sulaiman, 8) burung Hud-Hud Nabi Sulaiman, 9) untanya Nabi Muhammad SAW, 10) Anjingnya Ashabul Kahfi.
Ada pun anjing Ashabul Kahfi yang berwarna kuning itu, akan berubah menjadi kambing gibas. Ia bernama Qitmir, namun ada pula yang mengatakan bernama Tawarum, dan ada yang mengatakan bernama Huban. Wallau’Alam.

~ KSP 42 ~
Sabtu, 27 Juni 2020 – 06.24 WIB
R e f e r e ns i :
Ust. Abdurrahim,
‘Dajjal, Imam Mahdi dan Nabi Isya”
Sandro Jaya Jakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"P U A S A" By Syaikh Abu Malik Kamal bin As Sayyid

http://kertasinga.blogspot.com-Senin, 05 April 2021-13:02 WIB Definisi Shiyam) 1 Shiyam dan shaum secara bahasa adalah menahan diri dari...

"KONTEN ENTRY BLOG"