Sabtu, 21 April 2018

PEJUANG EMANSIPASI WANITA R.A. KARTINI By Slamet Priyadi

Guru SMPIT Annur Cimande Menulis
Minggu, 22 April 2018 - 09:22 WIB


R.A. Kartini ( 1879 - 1959 )
Minggu, 21 April 2018 – 09:37 WIB - SIAPA yang tak kenal dengan sosok Kartini? Seorang tokoh pejuang pergerakan wanita yang begitu gigih dalam memperjuangkan hak kaum perempuan untuk memiliki hak yang sama dengan kaum lelaki. Ya, Kartini tercatat dalam sejarah sebagai pejuang emansipasi wanita, pelopor kebangkitan kaum perempuan dari Jawa. Lahir di Kota Jepara pada tanggal 21 April 1879 dari seorang ibu bernama M.A Ngasirah anak dari Nyai Hajah Siti Aminah dan Kyai Haji Madirono, seorang guru agama di Telukawur. Ayahnya seorang bangsawan Jawa, bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, bupati Jepara putera dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV yang diangkat menjadi Bupati dalam usia 25 tahun.

R.M. Adipati Sosroningrat
Dari sebelas bersaudara kandung dan tiri, Kartini merupakan anak ke-5 dan tertua dari saudara perempuan sekandungnya yang lain bernama, Kardinah dan Roekmini. Kakak laki-lakinya bernama Sosrokartono adalah seorang yang pintar dan menguasai berbagai macam bahasa terutama bahasa Belanda. Ia banyak belajar bahasa Belanda dari kakaknya itu, dan mendapat izin untuk memperdalam bahasa Belanda di “ELS” (EuropeseLagere School) hingga usia 12 tahun sampai akhirnya dipingit karena akan dikawinkan olehK.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, Bupati Rembang.
R.A. Kartini, Kardinah, Roekmini
Penguasaan dan kepandaian Kartini dalam berbahasa Belanda, digunakannya untuk menulis surat kepada salah satu teman akrabnya, Rosa Abendanon yang berasal dari Negeri Belanda. yang banyak mengindor atau mendukung pemikiran, ide dan gagasan-gagasannya. Kegemarannya membaca, baik dari koran, majalah dan buku-buku Eropa, menambah wawasan pemikiran Kartini yang semakin luas. Inilah yang menambah semangat dan membangkitkan motivasi Kartini mewujudkan cita-citanya memajukan derajat kaum perempuan pribumi yang masih rendah status sosialnya dengan membangun sekolah pendidikan keputrian. Gagasan Kartini itu mendapat dukungan dari residen Semarang, Mr. Stijthof setelah membaca keritikan dari Conrad van De Venter lewat tulisan-tulisannya di majalah De Gid yang menjelaskan bahwa, “orang Belanda sangat berhutang budi pada rakyat Hindia Belanda yang telah memberikan devisa Negara yang begitu besar kepada Belanda. Dan, pemerintah colonial harus mengembalikan hutang sebesar 187 juta Gulden melalui proyek-proyek kemanusiaan, salah satunya adalah pendidikan”. ”.)*Sri Hartatik, A.Ma.Pd. “Kumpulan Kisah Pahlawan Indonesia”hal. 66
Dalam masa pingitannya Kartini terus memikirkan, bagaimana caranya agar Ia bisa melanjutkan pendidikannya ke Batavia atau ke Eropa. Cita-cita Kartini yang paling luhur adalah berkeinginan besar untuk menjadi guru sebagaimana ucapannya, 
“Saya ingin dididik menjadi guru. Ingin mencapai dua ijazah, yaitu ijazah guru sekolah rendah dan ijazah guru kepala. Mengikuti kursus pelatihan kesehatan, ilmu balut-membalut, pemeliharaan dan perawatan orang sakit, memperdalam seni kerajinan danketerampilan serta ilmu pengetahuan yang lain”.)*ibid hal. 65
Dalam pandangan dan pemikiran Kartini, apabila kaum perempuan telah memiliki kecerdasan dan pengetahuan yang luas, jika kaum perempuan telah memiliki sejumlah keterampilan sebagaimana yang dimiliki oleh kebanyakan kaum lelaki, maka akan datang masanya kaum perempuan tak lagi terikat melulu bergantung kepada kaum lelaki. Kartini menyatakan, 
“Dari kaum perempuanlah seorang manusia pertama-tama menerima pendidikan dan pembelajaran, mulai belaja rmerasa, berpikir dan belajar berkata-kata”. Kartini menegaskan pula dalam satu surat yang ditulisnya, “Bagaimana ibu-ibu Bumiputera dapat mendidik anak-anaknya jika mereka sendiri tidak berpendidikan? Dapatkah mereka, kaum ibu, dipersalahkan yang karena ketidaktahuannya, karena kelemahan dan karena kebodohannya yang tidak disadarinya itu hingga merusak masa depan anak-anaknya”.)* ibid. hal. 65
R.A. Kartini dan Suami K.R.M. A.A. Djojoadiningrat


Belenggu tradisi adat yang telah mengikat dan berakar kuat bagi kebebasan seorang wanita di masa itu membuat keinginan Kartini untuk mendirikan sekolah keputrian dan melanjutkan pendidikannya ke Eropa gagal. Akan tetapi Kartini terus mencari akal untuk bisa melanjutkan sekolahnya itu. Ayahnya tak bisa berbuat banyak untuk menentang tradisi. Meskipun Ia sangat mendukung cita-cita Kartini putrinya itu untuk mendirikan sekolah keputrian bagi kaum perempuan Bumi putera. Agar apa yang menjadi harapan Kartini dapat terkabul, ayahnya yang pada waktu itu menjabat sebagai bupati Jepara, Raden Mas Adipati Ario Sosrodiningrat memilih dan meyakinkan Kartini bahwa calon suami yang cocok dan tepat untuk Kartini sesuai dengan harapan dan cita-citanya mendirikan sekolah keputrian bagi perempuan Bumiputera dan melanjutkan pendidikannya di Eropa, adalah Raden Mas Adipati Ario Djojoadiningrat, Bupati Rembang. Karena berdasar kesepakatan dengannya, Bupati Rembang itu akan selalu mendukung dengan apa yang menjadi cita-cita Kartini. Dan, Kartini meskipun hati nuraninya menolak, akan tetapi demi kepentingan yang lebih besar, demi kemajuan kaum wanita, pada akhirnya menyetujui juga dengan jodoh pilihan orang tuanya dikawinkan dengan Bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojoadiningrat yang sudah pernah memiliki istri tiga orang itu. Ya, Kartini merelakan jiwa dan raganya untuk menikah dengan orang yang sudah beristri demi cita-citanya memajukan derajat kaum perempuan seperti dirinya. 
Jelang perkawinannya, Kartini sangat merasakan dengan suatu hal yang tak bisa dirubah. Sahabat karibnya, Stella Zeehandelaar tidak bisa memahami keputusan Kartini untuk menerima lamaran Bupati Rembang yang sudah beristri lebih dari satu itu. Akan tetapi Kartini sudah mengadakan kesepakatan-kesepakatan dengan calon suaminya itu. Ia tidak akan menggunakan bahasa kromo inggil pada suaminya seperti pada kebiasaan tradisi yang dilakukan seorang istri pada suaminya di zaman itu. Kartini tidak akan membasuh kaki sang suami pada saat upacara perkawinannya kelak. Diizinkan untuk membangun sekolah keputrian untuk kemajuan bangsanya, kaum wanita.
Pelaksanaan upacara pernikahan Kartini dengan K.R.M Adipati Ario Singgih Djojoadiningrat pada tanggal 12 November 1903. Suaminya ternyata sangat mengerti dengan keinginan Kartini. Bahkan Kartini diberi kebebasan dan mendapat dukungan sepenuhnya untuk mendirikan bangunan sekolah keputrian yang berlokasi di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang. Sekarang bangunan tersebut digunakan sebagai Gedung Pramuka. 
Sekolah Kartini
Di sekolah yang didirikannya ini Kartini mengekspresikan segala ide dan gagasan-gagasannya dengan leluasa karena sangat didukung oleh suaminya yang memiliki kedudukan cukup tinggi sebagai Bupati di Rembang. Di sekolah keputrian ini Kartini mengajarkan berbagai seni kerajinan dan keterampilan, kesehatan dan perawatan di samping ilmu pengetahuan yang lain.
Salah satu ukiran motif Kartin

                                                                         Ternyata Kartini selain dikenal dalam sejarah sebagai pejuang emansipasi wanita, Ia dikenal juga sebagai seorang seniwati. Pelopor dalam bidang disain modern, perancang seni ukir dan batik. Salah satu upaya Kartini untuk mengembangkan, merealisasikan ide dan gagasannya di sekolah kepandaian putri yang didirikannya itu dengan mengajarkan sendiri kepada murid-muridnya berbagai pengetahuan dan keterampilan terutama kerajinan ukiran dan ragam hias batik. Kemahiran dan kecakapan Kartini dalam seni ukir, seni batik dan menggambar inilah yang memotivasi Kartini untuk selalu kreatif. Mencari inovasi-inovasi baru dalam bidang seni rupa dan disain. Dalam karya-karyanya Kartini selalu berupaya memasukkan konsep-konsep keindahan dan nilai-nilai tradisi Jawa, meskipun sudah mengalami pembaharuan-pembaharuan sehingga bentuknya menjadi lebih modern. Pembaharuan ini bisa dilihat dari beberapa karya-karya Kartini seperti yang terdapat pada kotak perhiasan, pigura, kursi rotan, dan batik. Ada salah satu batik motip bunga karya R.A. Kartini yang sampai sekarang masih sangat digemari masyarakat, bahkan menjadi motif standar dijadikan acuan dasar pembuatan  seni ukir kayu Jepara yaitu motip "LunglunganBunga". Bahkan hingga kini motip lunglungan bunga menjadi ciri khas motip "Jepara Asli". 
Dari perkawinannya dengan K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojoadiningrat, Kartini dikaruniai seorang putera, Anaknya yang  pertama dan sekaligus juga yang terakhir yang diberi nama, Soesalit Djojoadhiningrat yang dilahirkan pada tanggal 13 September 1904. Beberapa hari kemudian, pada tanggal 17 September 1904, Kartini menghembuskan nafasnya yang terakhir pada usia relative muda 25 tahun. Jenazah R.A. Kartini dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.
Berkat kegigihan Kartini memperjuangkan derajat kaum wanita agar memiliki  persamaan hak dalam pendidikan, Yayasan Kartini yang didirikan oleh keluarga “Van Deventer” seorang aktifis politik etis(balas budi) di Semarang pada 1912, mendirikan sekolah Kartini di Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya dengan nama   "Sekolah Kartini". 
Begitu pula seorang komponis, pahlawan nasional W.R. Soepratman pencipta lagu Indonesia Raya, menciptakan sebuah lagu khusus untuk mengenang jasa R.A. Kartini dalam memperjuangkan emansipasi wanita yang tak kenal lelah bahkan merelakan jiwa raganya untuk kemajuan kaum perempuan melalui pendikan, diberi judul “R.A. Ajeng Kartini”. 
Referensi:
*Sri Hartatik, A.Ma,Pd “Kumpulan Kisah Pahlawan Indonesia”. Bintang Indonesia
*Slamet Priyadi, Drs. “R.A. Kartini Juga Seorang Seni Wati” Forum Guru Seni Budaya
*Agus Sachari, “Seni Rupa dan Disain” Erlangga
*Wikipedia Bahasa Indonesia, “R.A. Kartini”. google.com

Penulis:
Slamet Priyadi di Kp. Pangarakan - Bogor
Minggu, 22 April 2018 | 10:09 WIB


Rabu, 18 April 2018

TK Akbar Kota Bogor Juara I Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2017

Guru SMPIT Annur Cimande Menulis
Kamis, 19 April 2018 - 10:07 WIB
 
TK Akbar Kota Bogor juara I Lomba Sekolah Sehat (LSS)

Hallobogor.com - TK Akbar Kota Bogor keluar sebagai juara I Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2017. Atas prestasi tersebut TK Akbar memperoleh penghargaan dari Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

Penghargaan diberikan langsung Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan kepada kepala sekolah TK Akbar Kota Bogor Ari Nur Lestari di lapangan parkir barat Gedung Sate, jalan Dipenogoro, Bandung, Selasa (17/04/2018).

Atas prestasi tersebut, Kasubag Bina Kemasyarakatan Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat (Adkesra) Setdakot Bogor Lia Siti Nurmala mengungkapkan, prestasi tersebut diraih berkat perjuangan dan dukungan semua pihak. Mulai dari Wali Kota Bogor, Sekda Kota Bogor yang juga sebagai ketua TP UKS Kota, TP PKK dan sejumlah OPD terkait serta CSR perusahaan.

Lia menambahkan, untuk bisa meraih prestasi tersebut harus melalui proses penilaian yang ketat. Namun berkat kerjasama dan pembinaan dari semua pihak pada akhirnya perjuangan tersebut membuahkan hasil yang membanggakan. Bahkan TK Akbar selanjutnya akan maju mewakili Jawa Barat ke tingkat nasional.

Lebih lanjut Lia menuturkan, urutan pemenang lomba sekolah sehat untuk tingkat TK yakni, juara I TK Akbar Kota Bogor, juara II TK Penabur dari Gunung Puteri Kabupaten Bogor, juara III TK Penabur Bekasi, juara IV TK IT Al Fikri Depok dan juara ke V RA Robiah Tasikmalaya. (Tria/Hari-SZ) 

Sumber : 
hallobogor.com


 

Selasa, 10 April 2018

KADISDIK TINJAU HARI PERTAMA USBN SMP

Guru SMPIT Annur Cimande Menulis
Selasa, 10 April 2018 - 13:59 WIB


Image: Fahrudin Kadisdik Kota Bogor ( Foto: halobogor.com )
Fahrudin Kadisdik Kota Bogor


KADISDIK TINJAU HARI PERTAMA USBN SMP
Senin (09/04/2018) merupakan hari pertama penyelenggaraan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) selama 6 hari kedepan untuk pelajar tingkat SMP/sederajat. Tak terkecuali SMPN 2 Kota Bogor dan SMPN 4 Kota Bogor yang pada hari pertama ditinjau langsung Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor

SMPN 2 Kota Bogor yang berlokasi di jalan Pengadilan, Kecamatan Bogor Tengah menjadi lokasi pertama yang dipantau Kadisdik yang didampingi Kepala Sekolah Ema Mustikawati dan Komite Sekolah.

Kemudian Kadisdik juga memantau pelaksanaan USBN di SMPN 4, jalan Kartini, Kecamatan Bogor Tengah dan disambut Kepala SMPN 4 Wawan beserta panitia USBN.

Fahrudin mengatakan setelah melihat langsung proses USBN di dua sekolah tersebut sejauh ini berjalan lancar, kondusif dan aman serta suasana tenang turut mendukung para peserta ujian berkonsentrasi dalam mengerjakan soal-soal ujian.

Kadisdik berharap kondisi serupa dapat dirasakan juga oleh para peserta ujian di SMP baik negeri maupun swasta lainnya di Kota Bogor yang saat ini sama-sama sedang melaksanakan USBN. (ivanz-Disdik/SZ)

Hallobogor.com
 

Rabu, 07 Maret 2018

PENDAFTARAN SISWA/SANTRI BARU TP 2018 - 2019 PONDOK PESANTREN ANNUR & SMPIT ANNUR CIMANDE

Guru SMPIT Annur Cimande Menulis
Kamis, 08 Maret 2018 - 13:15 WIB



   PONDOK PESANTREN DAN   
SMPIT BOARDING SCHOOL
ANNUR CIMANDE
   JL. CIMANDE HILIR RT. 01 RW. O1 DS. LEMAH DUHUR
CARINGIN – BOGOR – JAWA BARAT
KEP. BUPATI BOGOR NO: 4213/078/00024/DPMPTSP/2017


P E N D I R I :

1.      MARSDA TNI (Purn) H. MOH. NURULLAH S.IP., M.M
2.      DRA. HJ. SRI WAHYUNING ASTUTI, M.Pd

P E N G A S U H :

DRS. H. UU YUSUP ABDULLAH, M. Si

“Sebagai Kalam Ilahi, AlQuran memiliki peran yang sangat penting dan vital dalam menciptakan peradaban dunia dan sekaligus menjawab tantangan kehidupan yang semakin kompeks dan beragam. Pada skala individual, AlQuran juga mampu melahirkan manusia unggul, kompetitif dan berkarakter yang tidak hanya berkompeten dalam bidang ilmu, namun juga beradab dalam lingkup pergaulan sosial”


A.     M U K A D I M A H  :

Yayasan Pondok Pesantren Annur Cimande adalah Yayasan sosial keagamaan non partisan yang termotivasi untuk mengimpelementasikan Hadits NABI Muhammad SAW tentang beramal jariah yang monumental melalui kontribusi edukasi yang mensinergikan antara ilmu pengetahuan dan keagamaan dengan berpedoman kepada Kurikulum 2013 yang disempurnakan dan Kurikulum Boarding School Yayasan Annur CIMANDE.

Yayasan Annur Cimande secara berkesinambungan akan memadukan nilai-nilai ilmiah dan amaliah para peserta didik/santrinya sesuai dengan visi dan misinya.

Yayasan Annur Cimande yang menyelenggerakan SMP Islam Terpadu juga bertujuan untuk menjadi pusat ilmu, sebagai pilar pembangunan peradaban Islam dan solusi bagi dunia pendidikan di Indonesia.

                                                     I.  VISI :
“Terwujudnya generasi imani yang cerdas, kompetitif, dan mandiri”

    II. MOTTO :
“Mengedukasi Generasi Imani, Mandiri, dan Berprestasi di Era Globalisasi”

B.      YAYASAN ANNUR CIMANDE

I.  M I S I :
1.      Menanamkan keimanan dan ketakwaan melalui pengamalan ajaran agama secara shohih, kaaffah dan tasaamuh.
2.      Mengoptimalkan implementasi metodologi dan materi  pembelajaran dan
pembinaan keteladanan yang berkesinambungan.
3.      Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berdaarkan minat dan bakat serta potensi peserta didik.
4.      Membimbing semangat kemandirian melalui pembiasaan kewirausahaan  dan pengembangan diri yang terencana.
5.      Menjalin hubungan yang harmonis antara warga sekolah/santri dengan kalangan masyarakat dan instansi terkait.

II. PROGRAM UNGGULAN :
1.      Literasi kitab Salafy
2.      Tafizul/hafalan Al Quran
3.      English dan Arabic Learning and CONVERSATION
4.      Muhadhoroh/Retorika/Pidato/Ceramah
5.      Disiplin Nasional dan Cinta Tanah Air

III. EKTRAKURIKULER :
1.      Pramuka,
2.      Paskibra’
3.      PBB,
4.      Silat Cimande,
5.      Basket BALL,
6.      Volley Ball,
7.      Futsal,
8.      Badminton,
9.      Tenis Meja,
10.  Arabic Club,
11.  English Club,
12.  Hadroh,
13.  Marawis,
14.  Uks,
15.  PMR,
16.  Sendratari,
17.  Seni Kriya,
18.  Kir,
19.  Padusa




A.     PENDAFTARAN SANTRI/SISWA BARU
Gelombang 1
WAKTU PENDAFTARAN
TES SELEKSI
WAKTU
Pengumuman Hasil Seleksi
Nov. 2017 – Feb. 2018
26, 27, 28 Feb. ‘18
Setiap Sabtu dan minggu pukul 7.30 -16.00 wib
26, 27, 28 Feb. 2018
Gelombang 2
Maret 2018 – Mei 2018
29, 30, 31 Mei ‘18
Setiap Sabtu dan minggu pukul 7.30 -16.00 wib
29, 30, 31 Mei 2018


Gelombang 2
Maret 2018 – Mei 2018
29, 30, 31 Mei ‘18
Setiap Sabtu dan minggu pukul 7.30 -16.00 wib
29, 30, 31 Mei 2018
Gelombang 3
Juni 2018 – Juli 2018
13, 14, 15 Juli ‘18
Setiap Sabtu dan minggu pukul 7.30 -16.00 wib
13, 14, 15 Juli 2018



A.     PERSYARATAN

1.      Mengisi formulir pendaftaran (bisa diunduh di www.annur-cimande.com)
2.      Membayar biaya pendaftaran Rp. 150.000,-
3.      Fotocopy Rapor Kelas IV, V, dan Kelas VI Semester I ( 2 Lembar )
4.      Fotocopy Akte Kelahiran ( 2 Lembar )
5.      Pas Photo ukuran 3 x 4 dan 4 x 6 ( 2 lbr )
6.      Fotocopy NISM dan SHUN

B.      MATERI TES

1.      Tes Kemampuan Dasar ( Agama Islam, Bhs. Indonesia, dan Matematika )
2.      Wawancara dengan calon santri dan orang tua
3.      Tes membaca AlQuran/Iqra’

C.      BIAYA PENDIDIKAN

1.      Biaya masuk Rp. 4.000.000,- (uang tersebut mencakup uang pangkal, seragam, masa orientasi, komite sekolah, OSIS, ekstrakulrikuler, studi tur, modul, ujian, dan SPP untuk bulan Juli)
2.      Biaya perbulan Rp. 1.250.000,-

COUNTAC PERSON :
Ust. DRS. H. Uu Yusup Abdullah, M.Si
     0813-8234-0856
Intan Reza Septia, S.Pd I
     0857-7370-7667
Kantor :
     (0251) 2901161
⍟ Nomor Rekening :
     Bank Muamalat 3220006901
     Pondok Pesantren Annur Cimande YYS


Rabu, 07 Maret 2018 – 12:30 WIB
Drs. Slamet Priyadi di Kp. Pangarakan - Bogor

"P U A S A" By Syaikh Abu Malik Kamal bin As Sayyid

http://kertasinga.blogspot.com-Senin, 05 April 2021-13:02 WIB Definisi Shiyam) 1 Shiyam dan shaum secara bahasa adalah menahan diri dari...

"KONTEN ENTRY BLOG"