Minggu, 26 November 2017

^GURU PROFESIONAL"


Guru SMPIT Annur Cimande Menulis
Minggu, 26 November 2017 - 15:28 WIB

Image: "Drs. Slamet Priyadi ( Foto: Ki Slamet 42 )
Drs. Slamet Priyadi
Guru yang profesional adalah guru yang mampu melakukan pembelajaran di kelas secara efektif. Menurut Gary A. Davis dan Margaret A. Thomas, ada empat kelompok besar ciri-ciri guru yang efektif. Keempat kelompok itu terdiri dari:

Pertama, memiliki kemampuan yang terkait dengan iklim belajar di kelas. Artinya guru mampu :

1.  Memiliki keterampilan interpersonal, khususnya kemampuan untuk menunjukkan  empati,   penghargaan kepada siswa, dan ketulusan;
2.    Memiliki hubungan baik dengan siswa;
3.    Mampu menerima, mengakui, dan memperhatikan siswa secara tulus;
4.    Menunjukkan minat dan antusias yang tinggi dalam mengajar;
5.   Mampu menciptakan atmosfir untuk tumbuhnya kerja sama dan kohesivitas dalam dan antar kelompok siswa;
6.  Mampu melibatkan siswa dalam meng-organisasikan dan merencanakan kegiatan pembelajaran;
7.   Mampu mendengarkan siswa dan menghargai hak siswa untuk berbicara dalam setiap diskusi;
8.   Mampu meminimal-kan friksi-friksi di kelas jika ada.

Kedua, kemampuan yang terkait dengan strategi manajemen pembelajaran, yang meliputi :

1.      Memiliki kemampuan untuk menghadapi dan menangani siswa yang tidak memiliki perhatian, suka menyela, mengalihkan pembicaraan, dan mampu memberikan transisi substansi bahan ajar dalam proses pembelajaran;
2.      Mampu bertanya atau memberikan tugas yang memerlukan tingkatan berpikir yang berbeda untuk semua siswa.

Ketiga, memiliki kemampuan yang terkait dengan pemberian umpan balik (feedback) dan penguatan (reinforcement) :

1.   Mampu memberikan umpan balik yang positif terhadap respon siswa;
2.  Mampu memberikan respon yang bersifat membantu terhadap siswa yang lamban belajar;
3.   Mampu memberikan tindak lanjut terhadap jawaban siswa yang kurang memuaskan;
4.   Mampu memberikan bantuan profesional kepada siswa jika diperlukan.

Keempat, memiliki kemampuan yang terkait dengan peningkatan diri, terdiri dari:

1.   Mampu menerapkan kurikulum dan metode mengajar secara inovatif;
2. Mampu memperluas dan menambah pengetahuan mengenai metode-metode pengajaran;
3.  Mampu memanfaatkan perencanaan guru secara kelompok untuk menciptakan dan mengembangkan metode pengajaran yang relevan.(SP091257 Ki Slamet 42 di Pangarakan Bogor)

Sabtu, 11 November 2017

KOTA BOGOR BUTUH RATUSAN GURU DAN PNS

Guru SMPIT Annur Cimande Menulis
Minggu, 12 November 2017 - 09:35 WIB


Image ( hallobogor.com )
Kota Bogor Butuh Ratusan Guru dan PNS
Hallobogor.com, Jumat, 10/11/2017 – Kota Bogor masih terus membutuhkan ratusan guru dan pegawai negeri sipil (PNS). Ini lantaran jumlah PNS yang purnabakti (pensiun) mencapai ratusan orang dari tahun ke tahunnya.

Kendati demikian, Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Sumber Daya Aparatur (BKPSDA) Kota Bogor, Fetty Qondarsah, mengatakan, Pemkot belum bisa melakukan pengangkatan PNS karena menjadi kewenangan pemerintah pusat dan belum berlaku lagi di daerah.

Untuk memenuhi kebutuhan pegawai, kata Fetty, dilakukan dengan pengangkatan tenaga outsourcing di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Saat ini kami sedang mengumpulkan jumlah riil data pegawai outsourcing di setiap OPD yang jumlahnya diperkirakan sudah mencapai 800 pegawai. Sekarang harus betul-betul dihitung jumlah kebutuhannya agar optimal, terutama kebutuhan akan guru yang perlu ditambah. Tahun ini saja yang Purnabakti banyak dari guru dari total 191 PNS yang pensiun,” jelasnya.

Khusus guru, saat ini Kota Bogor kekurangan 800 orang guru berstatus PNS, terutama guru Sekolah Dasar (SD). Sementara ini, kebutuhan guru ditutupi oleh guru honorer yang berjumlah kurang lebih 1.500 orang.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Fahrudin, mengatakan, jumlah kebutuhan guru di Kota Bogor semakin mendesak dengan pensiunnya ratusan guru pada tahun ini. “Saat ini Pemkot Bogor masih kekurangan 800 guru. Terutama kebutuhan akan guru kelas di SD yang saat ini masih ada guru kelas yang diisi guru honorer. Kalau di SD kan satu guru menangani satu kelas untuk semua pelajaran, jadi dibutuhkan guru kelas yang sudah PNS,” katanya, Jumat 10 November 2017.

Pada sisi lain, kata Fahrudin, gaji guru honorer juga belum proporsional, hanya Rp300 ribu sampai Rp500 ribu per bulan. Dengan gaji sekecil itu membuat mutu pendidikan masih jauh dari harapan. Sebab, mereka yang seharusnya fokus mengajar harus memikirkan kebutuhan di rumah mengingat kesejahteraan guru masih jauh dari layak. 

Dilema makin bertambah karena saat ini pemerintah pun belum bisa menambah honor guru honorer. “Honor mereka dibayar dari uang Bantuan Operasional Sekolah (BOS), bukan dari APBD. Diperkirakan sekarang ada lebih 1.500 guru honorer. Jadi uang BOS banyak terserap untuk bayar guru honor. Coba kalau mereka diangkat jadi PNS, dana BOS bisa diperuntukkan untuk yang lain. Pemerintah Daerah kan tidak punya kewenangan mengangkat guru honorer, itu urusannya kementerian,” pungkasnya. (dns)

Sabtu, 14 Oktober 2017

"POLITIK" By Ki Slamet 42

Guru SMPIT Annur Menulis
Minggu, 15 Oktober 2017 - 11:34 WIB 


Image; "Pentas Wayang" ( Foto: Google )
Pentas Wayang

“ P O L I T I K ”
By Ki Slamet 42

Jika bicarakan soal politik
Hatiku geli rasa dikitik-kitik
Terasa semakin menggelitik
Segalanya menjadi terusik

Politik itu cenderung licik
Ilmu cara mengkutak-katik
Yang salah menjadi simpatik
Yang benar bisa tak berkutik

Sang para pendukung
Bicaranya penuh sanjung
Sang para pendebat
Tutur katanya penuh siasat

Bahkan... cenderung menyacat
Dengan banyak dalih berakrobat
Seperti tangguhnya sang pesilat
Yang berkelit lompat mencelat

Bumi pangarakan Lido
Minggu, 15 Oktober 2017-09:03 WIB

Sabtu, 30 September 2017

GURU DAN PRESTASI BELAJAR SISWA by Slamet Priyad

Guru SMPIT Annur Cimande Menulis
Minggu, 01 Oktober 2017 - 10:15 WIB

Elemen yang paling penting dan mendasar dalam sistem pendidikan dan pengajaran di sekolah adalah guru, sebab guru merupakan prajurit utama di lapangan yang berperan sebagai ujung tombak  berhadapan langsung dengan murid di kelas.  Sikap guru di kelas yang penuh perhatian, akrab dan tidak diskriminatif terhadap siswa bisa memberi dorongan semangat dan motivasi belajar siswa.  Hal ini sebagaimana dinyatakan Jamaludin, “Rasa hormat dan penuh kasih sayang yang ditunjukkan oleh seorang guru merupakan syarat utama kesuksesan siswa” [Pembelajaran Yang Efektif, hal. 36].  Apabila proses pembelajaran di kelas yang dilakukan oleh guru mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan emosional siswa, ada dialog secara interaktif dan komunikatif besar kemungkinan proses pembelajaran akan berjalan lancar sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan.

Berkait dengan hal tersebut di atas seyogyanya guru dalam mengajar di kelas harus:

1.   Sesering mungkin memberikan pertanyaan-pertanyaan yang mengundang respon siswa terkait dengan materi pokok bahasan.
2.  Menjaga agar pembelajaran fokus pada materi yang telah ditetapkan tidak melantur kemana-mana. Subyek materi yang beragam membuat suasana menjadi tidak focus dan tidak efektif.
3.     Menjaga agar kelas dan siswa terkonsentrasi pada orientasi belajar.
4.    Menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, inovatif, kreatif, efektif sehingga siswa dapat leluasa bertanya dan mengungkapkan pikiran dan perasaannya tanpa rasa takut sedikitpun.
5. Menguasai materi pokok bahasan dengan baik dan kompeten. Artinya,  bisa dipertanggungjawabkan secara profesional baik persiapannya, penguasaan diri dalam menyampaikan materi, penyampaian metode pembelajaran yang tepat maupun kemampuan dalam menjawab semua pertanyaan-pertanyaan yang diajukan siswa.

Sikap dan prilaku guru yang penuh cinta, bersedia mendengarkan apa yang disampaikan, memberikan kepercayaan kepada siswa, dan tidak mendominasi jalannya proses pembelajaran, juga merupakan faktor penting yang sangat menentukan dalam menciptakan dan membangun suasana belajar yang kondusif yang sudah barang tentu menentukan keberhasilan guru daam mengajar.<SP>

Penulis:
Drs. Slamet Priyadi
 

"P U A S A" By Syaikh Abu Malik Kamal bin As Sayyid

http://kertasinga.blogspot.com-Senin, 05 April 2021-13:02 WIB Definisi Shiyam) 1 Shiyam dan shaum secara bahasa adalah menahan diri dari...

"KONTEN ENTRY BLOG"